.
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Juni 2015

SUATU KETIKA (Sebuah Renungan)


Jika hari ini engkau ditakdirkan tiada, seperti apa engkau ingin dikenang?
            Suatu ketika, ketika tubuh saya terbujur kaku di atas pembaringan, para sanak, keluarga, tetangga dan orang-orang sekitar mendatangi saya. Mereka bertanya pada orang-orang yang saya tinggalkan. “ di mana ia?”. “dia sudah tiada dan telah pergi”. Lantas, mereka pun menangisi jasad  yang terbujur kaku itu.
            Manusia hanya pengendara di atas punggung usianya. Digulung hari, bulan dan tahun tanpa terasa . Nafas pun terus berhembus, setia menuntun kita ke pintu kematian. Sebenarnya dunialah yang kita jauhi dan liang kubur yang kita dekati. Satu hari berlalu, berarti satu hari berkurang umur kita. Umur kita yang tersisa hari ini sungguh tidak ternilai harganya, sebab esok hari belum tentu jadi bagian dari diri kita. Karena itu, jika satu hari berlalu tapi tiada pahala dan keyakinan kita bertambah, apalah arti hidup kita?
Seandainya kematian itu adalah akhir dari segalanya dan kita ditinggalkan begitu saja, maka kematian adalah tempat peristirahatan terindah bagi setiap yang hidup. Namun tidaklah demikian, karena kematian adalah awal dari kehidupan yang tidak berujung dan kita akan ditanya tentang segala sesuatu, sungguh penyesalan karena tidak bisa lagi mengerjakan amal sholeh jauh lebih menyakitkan daripada kematian itu sendiri.
Ajal kita adalah nafas yang dihitung.
Peristiwa dunia datang dan pergi silih berganti.
Di mana orang –orang dulu yang pernah kita lihat?
Kini mereka telah mati dan kita pasti mati setelah mereka.
Bagaimana aku ini…..
Kematian seakan sudah dihamparkan dihadapanku
Tapi aku masih sibuk memanjangkan angan-angan.
Kelalaianku dalam hari-hariku adalah kejelekan-kejelekanku yang akan dibungkus dalam kafan di liang kuburku.
Aku telah menyia-nyiakan sesuatu yang seharusnya aku kerjakan
(Syair Ali Shalih Al-Hazza)
Gema adzan seseorang dikumandangkan ketika si kecil lahir, dan shalat diakhirkan sampai ia mati. Ini menunjukkan bahwa hidupnya hanya sebentar, sebagaimana waktu antara adzan dan shalat. (Anonim)

Kamis, 09 April 2015

Sekedar Celoteh

Adakalanya keberuntungan akan menyertai orang-orang yang merugi sekalipun. Anggap saja untuk saat ini, takdir sedang berjalan lambat sembari mempermainkan kita. Empat menit jauh lebih lama dari yang kita bayangkan, mengapa? Karena ini bisa merusak semua rencana, bisa mengarah ke kegagalan; dan semua hanya demi kepentingan apa. Lagipula hanya sedikit mampu mengespos kita dan beresiko membahayakan semua urusan.
“Oh, gurauan yang lucu!” ini sangat jahat. Sudah lama kita tidak tertawa seperti ini.
“Tolong, tahan satu detik.... saya telah menduga akhir seperti ini... bahkan, saya membiarkannya... itu adalah pengakuan terbaik yang bisa kita dapat”.
Sekeras apa pun kita memikirkanya, toh ini akan dijalani juga. berterimaksihlah kepadan-Nya.

Sabtu, 21 Maret 2015

Litani Anthitesis

Aku tak dapat berdoa:' Berikan dia untukku!' Tetapi sering rasanya dia seakan menjadi milikku. Aku tak dapat berdoa:'Berikan dia padaku!' Karena dia adalah milik orang lain. Aku berkelakar dengan diriku sendiri tentang kepedihanku; jika tidak kukekang diriku, jadilah ini litani antithesis yang panjang. ('Infinitum' Ahyar Anwar
Aku telah berpikir keras dan lama mengenai kebebasan berkehendak, ternyata kita tak bisa memaksa seseorang untuk berbuat sesuatu, termasuk memaksa mereka untuk mencintai kita, ataupun mencintai sesama mereka. Meskipun sebelumnya kita telah memberi mereka apa saja yang kita pikir akan membantu ; logika, alasan, empati dan segudang rasa humor. Tetapi, apakah mereka menggunakanya atau tidak, semua itu terserah mereka. yang bisa kita lakukan hanyalah terus mencintai mereka dan berharap bahwa yang terbaiklah yang akan terjadi.
Seperti halnya kita tahu bahwa kehidupan itu adalah rentetan kejutan dan keajaiban, maka kita hanya bisa menunggu sambil berihtiar. Kenapa harus meragu pada sesuatu yang masih misteri? Kita akan jadi apa yang kita pikirkan. Hanya angankan dan harapkan yang terbaik, maka hal-hal baik akan bersama kita.

Sabtu, 22 November 2014

Mengapa menunggu?

Mengapa menunggu?
Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tak ingin tergesa-gesa
Karena walaupun kita ingin cepat-cepat kita tak ingin ceroboh
Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai kita tidak ingin kehilangan jati diri dalam proses pencarian itu.
Pada akhirnya lebih baik menunggu orang yang kita inginkan ketimbang memilih yang ada
Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada.
Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewati bersama pilihan yang salah,

karena menunggu mempunyai tujuan yang mulia.

Sabtu, 08 November 2014

Sebuah Idealisme

Mungkin benar katanya, aku harus hadir dengan pribadiku yang sesungguhnya. tak modis, cuek dan seenaknya. Aku tetap berdiri pada idealisku untuk memandang orang bukan dari segi kerapian. Tapi batin. Mungkin aku setuju penampilan itu perlu. tapi tidak 100%. Penampilan yang keluar dari diri kita. Tanpa campur tangan orang lain, tanpa campur tangan mode. tanpa campur tangan apa pun....

Falsafah Hidup

Pada saat diskusi lepas kemarin, seorang teman bertanya padaku :
"Sebenarnya, apa falsafah hidupmu, Ir?" 
Aku tertawa, "Falsafah? aduh, teman, aku tak sedemikian cerdasnya untuk punya falsafah sendiri. ku rasa, aku hanya berusaha berbuat sebaik mungkin dan bergaul baik dengan orang lain. seperti dua ditambah dua selalu sama dengan empat, kebaikan hati dan pemberian maaf selalu benar, kebencian dan balas dendam selalu salah, ini adalah salah satu rumus anti kesalahan, jika kamu mematuhinya maka kamu tak akan mungkin melakukan kesalahan sekecil apapun".
lantas, apa falsafah hidupmu sendiri???

(percikan apinya kembali mengenaimu)

Senin, 03 November 2014

Mencintai Dalam Diam


Cinta dalam diam bagian dari do’a dan ikhtiar……..
Duhai gadis,  maukah ku beritahukan padamu bagaimana mencintai dengan indah?
Inginkah ku bisikkan bagaimana mencintai dengan syahduh, maka dengarkanlah !
Gadis..........!
Saat ku jatuh cinta,  tidak akan ku berucap. tak akan ku berkata.Namun ku hanya akan diam.
Saat ku mencintai, tidak kan pernah ku menyatakan,
Takkan ku menggoreskan. Yang ku lakukan hanyalah diam.

Senin, 16 Juni 2014

Amanah, buah dari Iman

Rasulullah saw. bersabda, “Tiada iman pada orang yang tidak menunaikan amanah; dan tiada agama pada orang yang tidak menunaikan janji.” (Ahmad dan Ibnu Hibban)
Amanah adalah kata yang sering dikaitkan dengan kekuasaan dan materi. Namun sesungguhnya kata amanah tidak hanya terkait dengan urusan-urusan seperti itu. Secara syar’i, amanah bermakna: menunaikan apa-apa yang dititipkan atau dipercayakan. Itulah makna yang terkandung dalam firman Allah swt.: “Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan amanah-amanah kepada pemiliknya; dan apabila kalian menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kalian menetapkan hukum dengan adil.” (An-Nisa: 58)

Lurus Adalah jalanmu



“Istiqamahlah!” Itulah ungkapan yang sering kita dengar dari seorang Da’I atau juru dakwah. Namun, apasih istiqamah? Bagaimana cara meraihnya?
Dalam kitab Mufradatur Raghib disebutkan, “Bahwa seseorang dikatakan istiqamah manakala ia menetapi manhaj atau pedoman yang lurus, sebagai mana firman Allah, “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka istiqamah… (Al Ahqaf: 13-14)

Selasa, 31 Januari 2012

PENGORBANAN IBU


Sepenggal kisah adalah pelajaran, tentang tapak-tapak kehidupan. Jejaknya tak putus diterjang zaman…selalu berulang dengan pelaku sejarahnya.
Kisah yang hampir dimiliki oleh semua bangsa adalah tentang kasih ibu dengan sang anak. Berikut kisah dari tanah India…
Karena ibuku buta sebelah matanya.
 Aku  jadi malu... dan risih dengan kondisinya seperti itu.
Ibuku bekerja sebagai koki di kantin sekolah untuk menghidupi keluarga.
Pada suatu hari…. ibuku masuk ke dalam kelasku untuk mengucapkan salam kepadaku.
Kejadian itu membuatku malu dan risih. Kenapa dia masuk kelasku?!
Aku abaikan saja dia, wajahku bersungut-sungut dan Aku berlari ke luar.
Pas hari berikutnya…salah seorang  siswi sekelasku berkomentar,“HEH, ibumu yang buta sebelah ya!"
Spontan saat itu juga aku limbung dan ingin rasanya aku mengubur diri. Saat yang sama aku juga ingin  ibuku lenyap dari kehidupanku.
Maka hari itu juga aku labrak ibuku dan berkata," Jika ibu hanya membuatku jadi  sasaran olok-olok, kenapa ibu tidak mati saja?!!!"
Namun ibu tidak bereaksi sedikitpun!!!
Aku tidak sempat berpikir panjang tentang apa yang aku telah katakan, sebab aku  hanya dipenuhi  kemarahan yang amat sangat.
Aku tidak peduli dengan perasaannya…
Aku ingin kabur saja dari rumah ini..
Sejak kejadian itu aku jadi belajar dengan giat, agar dapat diterima sekolah ke Singapura.
Kemudian aku berangkat…meneruskan studi…lalu menikah...beli rumah. Punya anak... Dan aku bahagia dengan hidupku
Suatu hari…datanglah ibu mengunjungiku. Padahal sudah sekian tahun lamanya dia belum pernah melihatku lagi. Apalagi melihat dan bertemu dengan cucunya!.
Dan saat ibu sampai persis berdiri di depan pintu, anak-anakku menertawakannya.
Aku membentak padanya,“Kenapa kau kemari… bikin anak-anakku takut saja!!
"KE LUAR!
TINGGALKAN RUMAH INI!
CEPAT!!!"
Pada saat itu ibu dengan tenang menjawab," Aduh, maaf ternyata saya mendatangi alamat yang salah,“ Kemudian dia menghilang dan tak kelihatan lagi.
Suatu hari, sampailah surat undangan reuni sekolah yang di alamatkan ke rumahku.
Maka aku membuat cerita fiktif kepada isteri, seolah-olah aku harus melakukan perjalanan dinas…
Pasca reuni, aku menyempatkan diri mampir ke rumah dimana aku pernah menetap di situ…sekedar basa-basi saja!!!
Para tetangga mengabarkan bahwa ibuku….telah meninggal
Berita kematian ibuku berlalu begitu saja. Aku tidak tercabik-cabik dengan berita itu bahkan setetes air matapun tak tumpah!!. Mereka memberikanku titipan sebuah surat!!! Ibuku menginginkan aku memilikinya…
“Anakku yang tercinta…ibu sudah perkirakan sejak awal…
Maafkan ibu yang telah datang ke Singapura dan telah membuat anak-anakmu ketakutan.
Ibu sangat gembira ketika mendengar kamu akan datang ke acara reuni.
Akan tetapi ibu tidak mampu beranjak dari tempat tidur untuk menemuimu
Maafkan ibu…karena sebab ibulah kamu berulang kali menjadi malu, risih dalam hidupmu.
Tidakkah kamu tahu........saat kamu masih  kecil, kamu mengalami kecelakaan, dan kehilangan satu mata….
Sebagai seorang ibu, ibu tidak dapat membiarkanmu tumbuh dengan hanya satu mata...
Dengan begitu…lalu ibu berikan satu mata ini
Dan ibu sangat bahagia dan gembira karena anakku dapat melihat alam ini dengan mataku sendiri
…kuberikan dengan cinta, hanya untukmu…
….IBUMU….
Cinta, Orangtua kita telah menghadirkan hidup ini dengan cinta. Justru di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari perasaan kita, karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan.
Maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Tapi pernahkah kita pikirkan bahwa orang tua kita menemani dan menjaga kita seumur hidup kita dan seumur hidup mereka. Sejak lahir hingga dewasa, bahkan hingga tiba saatnya ajal menjemput, mereka selalu menyertai kita.
Ketika pada akhirnya mereka menghadap Sang Khaliq pun, seluruh kenangan yang mereka tinggalkan selalu menyertai selama hidup kita.
n  Sering kali kita menyesal saat kejadian telah berlalu.
n  Bayangkan betapa hancur hati kedua orang tua kita oleh perbuatan kita.
n  Bahkan kata "tidak", yang keluar dari mulut kita ketika mereka berusaha merengkuh kita dalam pelukan kasih sayang sejati, yang justru sering kita lihat sebagai sesuatu yang mengekang dan menahan kita untuk terbang bebas di angkasa.
Kita dapat mulai berjanji pada diri masing-masing bahwa sejak saat ini tiada lagi keluhan yang keluar dari mulut kita ketika menemani dan menjaga kedua orang tua kita. Tiada lagi keluhan yang keluar dari mulut kita ketika merasa mereka terlalu memperlakukan kita seperti anak kecil.
Percayalah, di luar sana, banyak orang yang tidak seberuntung kita yang mempunyai orang tua, yang merindukan hal-hal yang kita keluhkan, tetapi tidak pernah mereka dapatkan.  
Berbakti kpd kedua orang tua ialah amal yg paling utama. Dengan dasar diantara yaitu hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg disepakati oleh Bukhari dan Muslim, dari sahabat Abu Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu.
“Arti : Dari Abdullah bin Mas’ud katanya, “Aku berta kpd Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang amal-amal yg paling utama dan dicintai Allah ?Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, Pertama shalat pada waktu (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya), kedua berbakti kpd kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Allah” [Hadits Riwayat Bukhari I/134, Muslim No.85, Fathul Baari 2/9]
Dengan demikian jika ingin kebajikan hrs didahulukan amal-amal yg paling utama di antara ialah birrul walidain (berbakti kpd kedua orang tua). Ridla Allah tergantung kpd keridlaan orang tua. Dalam hadits yg diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, Ibnu HIbban, Hakim dan Imam Tirmidzi dari sahabat Abdillah bin Amr dikatakan.
“Arti : Dari Abdillah bin Amr bin Ash Radhiyallahu ‘anhuma dikatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ridla Allah tergantung kpd keridlaan orang tua dan murka Allah tergantung kpd kemurkaan orang tua” [Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad (2), Ibnu Hibban (2026-Mawarid-), Tirmidzi (1900), Hakim (4/151-152)] Berbakti kpd kedua orang tua dpt menghilangkan kesulitan yg sedang dialami yaitu dgn cara bertawasul dgn amal shahih tersebut. Dengan dasar hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Ibnu Umar. “Arti : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada suatu hari tiga orang berjalan, lalu kehujanan. Mereka berteduh pada sebuah gua di kaki sebuah gunung. Ketika mereka ada di dalamnya, tiba-tiba sebuah batu besar runtuh dan menutupi pintu gua. Sebagian mereka berkata pada yg lain, ‘Ingatlah amal terbaik yg pernah kamu lakukan’. Kemudian mereka memohon kpd Allah dan bertawassul melalui amal tersebut, dgn harapan agar Allah menghilangkan kesulitan tersebut. Salah satu diantara mereka berkata, “Ya Allah, sesungguh aku mempunyai kedua orang tua yg sudah lanjut usia sedangkan aku mempunyai istri dan anak-anak yg masih kecil. Aku mengembala kambing, ketika pulang ke rumah aku selalu memerah susu dan memberikan kpd kedua orang tuaku sebelum orang lain. Suatu hari aku hrs berjalan jauh untuk mencari kayu bakar dan mencari nafkah sehingga pulang telah larut malam dan aku dpti kedua orang tuaku sudah tertidur, lalu aku tetap memerah susu sebagaimana sebelumnya. Susu tersebut tetap aku pegang lalu aku mendatangi kedua namun kedua masih tertidur pulas. Anak-anakku merengek-rengek menangis untuk meminta susu ini dan aku tdk memberikannya. Aku tdk akan memberikan kpd siapa pun sebelum susu yg aku perah ini kuberikan kpd kedua orang tuaku. Kemudian aku tunggu sampai kedua bangun. Pagi hari ketika orang tuaku bangun, aku berikan susu ini kpd keduanya. Setelah kedua minum lalu kuberikan kpd anak-anaku. Ya Allah, seandai peruntukan ini ialah peruntukan yg baik krn Engkau ya Allah, bukakanlah. “Maka batu yg menutupi pintu gua itupun bergeser” [Hadits Riwayat Bukhari (Fathul Baari 4/449 No. 2272), Muslim (2473) (100) Bab Qishshah Ashabil Ghaar Ats Tsalatsah Wat-Tawasul bi Shalihil A’mal]
Ini menunjukkan bahwa peruntukan berbakti kpd kedua orang tua yg pernah kita lakukan, dpt digunakan untuk bertawassul kpd Allah ketika kita mengalami kesulitan, Insya Allah kesulitan tersebut akan hilang. Berbagai kesulitan yg dialami seseorang saat ini diantara krn peruntukan durhaka kpd kedua orang tuanya.
Kalau kita mengetahui, bagaimana berat orang tua kita telah bersusah payah untuk kita, maka peruntukan ‘Si Anak’ yg ‘bergadang’ untuk memerah susu tersebut belum sebanding dgn jasa orang tua ketika mengurus sewaktu kecil.
‘Si Anak’ melakukan pekerjaan tersebut tiap hari dgn tdk ada perasaan bosan dan lelah atau yg lainnya. Bahkan ketika kedua orang tua sudah tidur, dia rela menunggu kedua bangun di pagi hari meskipun anak menangis. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan kedua orang tua hrs didahulukan daripada kebutuhan anak kita sendiri dalam rangka berbakti kpd kedua orang tua. Bahkan dalam riwayat yg lain disebutkan berbakti kpd orang tua hrs didahulukan dari pada beruntuk baik kpd istri sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma ketika diperintahkan oleh bapak (Umar bin Khaththab) untuk menceraikan istrinya, ia berta kpd Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ceraikan istrimuu” [Hadits Riwayat Abu Dawud No. 5138, Tirimidzi No. 1189 beliau berkata, “Hadits Hasan Shahih”]
Dalam riwayat Abdullah bin Mas’ud yg disampaikan sebelum disebutkan bahwa berbakti kpd kedua orang tua hrs didahulukan daripada jihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Begitu besar jasa kedua orang tua kita, sehingga apapun yg kita lakukan untuk berbakti kpd kedua orang tua tdk akan dpt membalas jasa keduanya. Di dalam hadits yg diriwayatkan oleh Imam Bukhari disebutkan bahwa ketika sahabat Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma melihat seorang menggendong ibu untuk tawaf di Ka’bah dan ke mana saja ‘Si Ibu’ menginginkan, orang tersebut berta kpd, “Wahai Abdullah bin Umar, dgn peruntukanku ini apakah aku sudah membalas jasa ibuku.?” JawabAbdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma, “Belum, setetespun engkau belum dpt membalas kebaikan kedua orang tuamu” [Shahih Al Adabul Mufrad No.9]
Orang tua kita telah megurusi kita mulai dari kandungan dgn beban yg dirasakan sangat berat dan susah payah. Demikian juga ketika melahirkan, ibu kita mempertaruhkan jiwa antara hidup dan mati. Ketika kita lahir, ibu lah yg menyusui kita kemudian membersihkan kotoran kita. Semua dilakukan oleh ibu kita, bukan oleh orang lain. Ibu kita selalu menemani ketika kita terjaga dan menangis baik di pagi, siang atau malam hari. Apabila kita sakit tdk ada yg bisa menangis kecuali ibu kita. Sementara bapak kita juga berusaha agar kita segera sembuh dgn membawa ke dokter atau yg lain. Sehingga kalau ditawarkan antara hidup dan mati, ibu kita akan memilih mati agar kita tetap hidup. Itulah jasa seorang ibu terhadap anaknya. Dengan berbakti kpd kedua orang tua akan diluaskan rizki dan dipanjangkan umur. Sebagaimana dalam hadits yg disepakati oleh Bukhari dan Muslim, dari sahabat Anas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Arti : Barangsiapa yg suka diluaskan rizki dan dipanjangkan umur maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi” [Hadits Riwayat Bukhari 7/72,Muslim 2557, Abu Dawud 1693]
Dalam ayat-ayat Al-Qur’an atau hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dianjurkan untuk menyambung tali silaturahmi. Dalam silaturahmi, yg hrs didahulukan silaturahmi kpd kedua orang tua sebelum kpd yg lain. Banyak diantara saudara-saudara kita yg sering ziarah kpd teman-teman tetapi kpd orang tua sendiri jarang bahkan tdk pernah. Padahal ketika masih kecil dia selalu bersama ibu dan bapaknya. Tapi setelah dewasa, seakan-akan dia tdk pernah berkumpul bahkan tdk kenal dgn kedua orang tuanya. Sesulit apapun hrs tetap diusahakan untuk bersilaturahmi kpd kedua orang tua. Karena dgn dekat kpd kedua insya Allah akan dimudahkan rizki dan dipanjangkan umur. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Nawawi bahwa dgn silaturahmi akan diakhirkan ajal dan umur seseorang.[1] walaupun masih terdpt perbedaan dikalangan para ulama tentang masalah ini, namun pendpt yg lebih kuat berdasarkan nash dan zhahir hadits ini bahwa umur memang benar-benar akan dipanjangkan. Manfaat dari berbakti kpd kedua orang tua yaitu akan dimasukkan ke jannah (surga) oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di dalam hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan bahwa anak yg durhaka tdk akan masuk surga. Maka kebalikan dari hadits tersebut yaitu anak yg beruntuk baik kpd kedua orang tua akan dimasukkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ke jannah (surga).
Dosa-dosa yg Allah Subhanahu wa Ta’ala segerakan adzab di dunia diantara ialah beruntuk zhalim dan durhaka kpd kedua orang tua. Dengan demikian jika seorang anak beruntuk baik kpd kedua orang tuanya, Allah Subahanahu wa Ta’ala akan menghindarkan dari berbagai malapetaka, dgn izin Allah.

Senin, 30 Januari 2012

GORESAN USANG SANG PEMIKIR

Karena kau sahabat terbaikku.. Kawan !! Suatu episode dalam perjalanan hidup kita ada sejarah yang terukir bersama Ada bahagia setelah duka Ada harapan setelah kesulitan dan... Kutemukan cinta disana Saat kupandangi sorot matamu kawan kulihat mimpi kita... bersama menggenggam dunia dengan tangan dan hujamkan akhirat dalam hati Saat kulihat sikapmu kawan Tak ada bedanya dengan diriku Karena mungkin kita dicipta untuk saling mengisi dan menguatkan Pernah kuingat ... saat kita berselisih paham tapi cinta membuatnya indah Tapi komitmen membuatnya berkah Kawan... Aku bukanlah sahabat terbaik bagimu Namun kau adalah sahabat terbaikku Kau luruskan tindak lakuku kau raih tanganku saat ku lelah Kau semangatiku tuk raih mimpi Senyummu hadiah terindah untukku Katamu peneguh imanku Izinkan kuucap satu kata untukmu Kawan Ana Uhibbuki fillah.... Saya cinta kepadaMu karena Allah Biarlah persahabatan kita abadi hingga akhir naNti saat kita bertemu dengan Rabbul 'Izzati dalam keindahan maknawi yang sejati dari Sahabatmu yang dhoif untuk dirimu yang begitu luar biasa Kawan-kawanku...

KESAKSIAN SYAHADAT IBRAHIM AL-WASITHI

*Kesaksian 7 Kerikil atas Syahadat Keimanan *"... Ditengah padang Arafah tegak brdiri seseorang bernama Ibrahim al-wasithi,ia memegang 7 buah kerikil,lalu brkata,.. "Hai sekalian kerikil,aku minta persaksian kalian bhwa aku telah mengucapkan dua kalimat S...yahadat.. " Alkisah,dimalam harinya,ia brmimpi seolah olah tlah trjadi Kiamat,dan menurut perhitungan amalnya ia harus menjalani hukuman masuk Neraka.Para Malaikat menggiringnya menuju neraka,namun tiba2 sebuah kerikil dari 7kerikil itu melayang dan menutup pintunya,Para Malaikat sgera brusaha untk membuka pintu neraka dan menyingkirknya,tp apa daya mereka tdk kuat mengangktnya.Lalu mreka mengalihkanya lewat pintu2 lainya,tetpi pintu2 itupun trtutup smua oleh 7 kerikil trsebt. Lalu stiap kerikil brkata,: Kami adalh saksi bhwa ia telah mengucpkan 2 kalimat Syahadat .. Ahirny Para Malaikat pun mmbawanya ke 'Arsy,dan Allah yg Maha Berkah dan Maha Luhur brfirman,.. "Wahai para Malaikat,kerikil2 itu tlah menyaksikan keimanan dgn ucapan 2 kalimat Syahadat,yg berarti mreka tdk mengabaikn haknya,lalu knpa Aku hrs mengabaikanya ? Untk itu Aku adlh saksi ats Ucapanya." Kemudian para Malaikat disuruh untk mengantarkanya menuju Surga,namun stelah mendekati Surga,pintu2 tertutup bg Ibrahim,maka datanglah Dua Kalimat Syahadat yg diucapkanya dan membuka pintu2nya.Ahirnya masuklah Ibrahim kedalamnya dgn Selamat dan Menikmati Surga selamanya..[Dikutip dr Buku Syekh Usman Al-Khaubari]. SUBHANALLAH...

CINTA IBU DAN CINTA KEKASIHMU

Ibumu akan mencintaimu dan membiarkanmu melakukan apa yang terbaik untukmu, menurutmu, memberi masukan dan semangat serta berusaha membimbingmu menjadi anak baik..

Kekasihmu akan mencintaimu tapi takkan membiarkanmu untuk melakukan apa yang terbaik untukmu, menurutmu, cenderung akan mengatur hidupmu.. dan bila kau berusaha menolak, dia akan marah!

Ibumu akan terus mencintaimu walau kau jauh darinya, bahkan ketika kau telah tiada..

Kekasihmu akan berkurang cintanya, bahkan habis ketika kau jauh, apalagi ketika kau telah tiada..

Ibumu akan menerimamu dengan tangan terbuka walau kau telah menyakiti hatinya yang terdalam..

Kekasihmu juga akan menerimamu, tapi sebelum itu, kau harus berlaku manis!

Ibumu takkan pernah menuntut apapun darimu walau ia telah mencintaimu sejak kau dilahirkan..

Kekasihmu yang baru saja mencintaimu akan menuntut balasan dari rasa cintanya..

Ibumu akan meberimu ruang sebesar mungkin untuk berbagi cinta kepada temanmu, orang disekitarmu..bahkan kekasihmu

Kekasihmu cenderung tak memberimu kesempatan untuk membagi cinta, kalaupun kau tak bermaksud selingkuh, karena ia akan selalu menganggapmu selingkuh!

Ibumu akan benar-benar memberimu cinta yang paling tulus dan ikhlas di muka bumi ini..

Kekasihmu?? Tidak!!

“never trust woman except she’s your family”..terdengar pahit, tapi itu kenyataannya..

Pada saatnya nanti kita semua membutuhkan kedua cinta tersebut dalam takaran cinta masing-masing..karena tanpa kedua cinta tersebut, hidup akan terasa hampa..
Ya, cinta dari Ibumu dan cinta dari kekasihmu

Bijaklah dalam mencintai dan dicintai, dalam mengartikan cinta karena segala sesuatu akan indah bila pada waktunya

Tanda-Tanda kematian

Innalillahi wa innalillahi rojiun, datang dari Alloh dan akan kembali kepadaNya, semoga kita selalu menjadi orang - orang yang selalu mengingatNya dan beruntung serta saling mengingatkan.
Tanda 100 hari mau eninggal...
Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanya akan disadari oleh mereka yang dikehendakinya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini cuma saja mereka sadar atau tidak.
Tanda ini akan berlaku lazimnya selepas waktu Asar. Seluruh tubuh iaitu dari hujung rambut sehingga ke hujung kaki akan mengalami getaran atau seakan-akan mengigil. Contohnya seperti daging lembu yang baru saja disembelih dimana jika diperhatikan dengan teliti, kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar.
Tanda ini rasanya lezat dan bagi mereka yang sadar dan berdetik di hati bahwa mungkin ini adalah tanda mati, maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah kita sadar akan kehadiran tanda ini.
Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian, tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa sembarang manfaat.
Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.
"Tanda 40 hari sebelum hari mati"
Tanda ini juga akan berlaku sesudah waktu Asar. Bahagian pusat kita akan berdenyut- denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pokok yang letaknya di atas Arash Allah SWT. Maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persediaannya ke atas kita, antaranya ialah ia akan mula mengikuti kita sepanjang masa. Akan terjadi malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas lalu dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan- akan bingung seketika. Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.
"Tanda 7 hari"
Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah kesakitan di mana orang sakit yang tidak makan, secara tiba-tiba ia berselera untuk makan.
"Tanda 3 hari"
Pada ketika ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita iaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat dikesan, maka berpuasalah kita selepas itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti. Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan- lahan jatuh dan ini dapat dikesan jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana bagian ujungnya akan beransur-ansur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan- lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.
"Tanda 1 hari"
Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang yaitu di kawasan ubun- ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya.
"Tanda akhir"
Akan terjadi keadaan di mana kita akan merasakan sejuk di bagian pusat dan rasa itu akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah Syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikat maut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.
Sesengguhnya mengingati mati itu adalah bijak

Akhi...Ukhty...Kamipun Ingin Seperti Kalian

Malam ini rasanya sudah begitu larut malam, harusnya ku sudah terlelap, tapi mata ini tak mau terpejam dan masih saja menangis mendengar sebuah cerita tadi siang, cerita dari seorang akhwat tentang kekecewaannya pada orang-orang sholeh.

...
Mungkin sahabat bertanya, apa yang membuatnya kecewa pada orang sholeh?
Apakah karena jilbabnya yang lebar? Ataukah karena jenggotnya?
Apakah karena banyakny ahapalan yang mereka miliki?
Ataukah karena khusyu’nya dalam beribadah?
Bukan,,,, bukan itu yang membuatnya kecewa,,,, justru hal itu yang membuatnya iri dan ingin menirunya.
Akhwat itu berkata…
Berdakwah di mesjid itu sudah biasa,, berkumpul dan mengaji dengan temen mengajinya itu sudah jadi rutinitas,,,, bertegur sapa, salaman, dan saling mengucapkan salam kepada teman mengajinya itu sudah menjadi kebiasaan,,,
Lalu,,

apakah mereka tidak pernah ada niatan ingin berdakwah untuk kami? Orang yang memang tidak tahu apa-apa..
Apakah mereka tidak mau mengajak kami untuk mengaji bersama mereka dan mengajari kami mengaji juga?
Saat kami bertemu dengan mereka, lalu kami melihat mereka, jangankan sebaris doa dalam salam, bahkan seuntai senyumanpun nampaknya begitu mahal,,, ok,, jika kita berbeda jenis (laki-laki atau perempuan) mungkin bisa kumaklumi, tapi dia sama sepertiku, seorang wanita…
Dalam kebingungan aku hanya bisa menangis, apakah diri ini sangatlah hina hingga tak pantas untuk mengenali mereka,,
Sebuah cinta menyapaku, dalam kekecewaan ku temukan Cinta yang UTUH DAN ABADI,, CINTA DARI SANG MAHA CINTA,,

Ku beruntung telah sakit hati dan tak semakin hancur, bahkan ku temukan CINTA YANG ABADI,, cinta yang suci, cinta yang tak pernah membuatku kecewa..
Cinta ini yang menggerakkanku untuk belajar dan memahami akan arti hidup yang sebenarnya..
ku langkahkan kaki dan duduk d depan sebuah gedung di kampusku, berharap akan ada kumpulan akhwat yang lewat, dan aku bisa berkumpul dengan mereka, namun ternyata jangankan bisa berkumpul, menoleh pun mereka enggan,,,, aku tetap menunggu, dan akhirnya ku temui seorang teman yang kukenal,, dahulu temanku itu pernah menegurku karena pakaianku yang menurutnya tidak sopan,,, tapi CINTA ini memberanikanku untuk menegurnya, dan mulai bertanya macam2 hingga akhirnya ku minta no hpnya, dan menitipkan pesan agar ia menghubungiku klo ada acara pengajian n mengajakku,,

namun,,, tak ada berita darinya,, malah saat ku sms dia tak membalas,,,
kenapa?? Kenapa kamu begitu membatasi dirimu?
Apakah kami tidak boleh untuk bersama kalian?
Katanya kita bersama untuk bs saling mengingatkan dalam kebaikan, lalu mengapa kalian tidak mengingatkan kami?
Jika kalian hanya berteman dengan orang2 sholeh juga, lalu siapa yang akan mensolehkan kami?
Kami akui kami hanyalah anak dalam kacamata kalian hanyalah orang yang nakal, tapi andai kalian tau, dalam hati ini kami pun ingin bersama dan seperti kalian,, menjadi lebih baik,,, tapi terkadang beberapa diantara kami mengurungkan niatnya karena kalian terlalu membatasi diri,,,
Sebuah istilah mengatakan, bertemanlah dengan penjual farfum agar kita terbawa wangi, jangan berteman dengan pandai besi, karena nanti bsia terbakar,,

Terfikir dalam pikiranku, satu sisi aku ingin terbawa harum, tapi mungkin kalian takut terbakar karena mendekatiku,,,
CINTA ini,, membuatku kuat dan tak menyerah,,, akhirnya ku belajar dari buku dan mulai mencari teman2 sholeh di FB, aku add beberapa orang yang gambarnya biasanya menggunakan kartun wanita berjilbab atau bunga,, dan kumulai mengenali mereka,, kubaca buku dan sesekali menulis status jika ad yang tidak ku pahami,,, aku mencari cerita2 hikmah di internet,,, dan akhirnya aku mencari tempat mengaji di internet juga,,,

Hingga akhirnya ku TAU bahwa wanita itu adalah aurat ,,, fitnah untuk kaum laki2,, sebuah kain segi empat yang tak pernah ku sentuhpun akhirnya kupakai, ku cari seperti apa jilbab yang seharusnya, hingga akhirnya kuberanikan diri menggunakan jilbab panjang, padahal ilmuku sangatlah sedikit, tapi aku jadikan jilbab ini sebagai awal perubahanku,,,,
Walaupun ada yang bilang, ngga bisa baca al-Qur’an dengan baik tapi udah sok sok an berjilbab, tapiii itu semua kujadikan motivasi agar aku tak pernah memepermalukan jilbab yang kupakai, akhlakku harus bagus,, banyak yang berkata jilbabin dl hatinya baru berjilbab badannya, tapi menurutku lain
Jadikanlah jilbab sebagai awal, dan jangan berhenti disana tapi teruskan dengan usaha memperbaiki diri,,  memperbaiki akhlak dalam badan yang berjilbab itu akan lebihmudah,,,
Akhirnya CINTA INI membuatku sangat bahagia dalam kehidupanku sekarang, walau banyak rintangan tapi inilah cara ALLOH mentarbiyahku,,

CINTA INI.. cinta yang indah,,, CINTA ILLAHI,,
Begitu singkat cerita dari akhwat tersebut,,, semua ini menjadi renungan buatku,,
Semua ini patut kita renungkan “berdakwah di kalangan orang sholeh itu biasa,,tapi berdakwahlah juga untuk kami” semua kata2nya mengingatkanku,,,

Memang benar, kita memang harus berteman n mencari teman yang baik,,, akhlak seseorang bisa dilihat dari temannya,,, tapi setelah mendengar ceritanya, apakah kita akan terus menjadi orang yang mengecewakan??
Bertemanlah dengan siapa saja, maksudku disini tentunya untuk yang sejenis, jika dengan lawan jenis tentu harus di jaga juga … namun memang harus di ingat, kita harus punya benteng, jangan sampai justru kita yang terwarnai,,,
Seburuk-buruknya orang pasti punya sisi baik,, janganlah terlalu cepat menilai orang, tapi pandanglah ia dengan hatimu, mungkin saja orang yang kita anggap buruk ternyata ia derajatnya di sisi ALLOH justru lebih tinggi,
Jika ada yang meminta pertolongan, apalagi itu dalam hal kebaikan, apakah mungkin kita tak mau membantunya?. Jika ada yang bertanya, jawablah dengan semampumu, ilmumu tak akan berkurang karena kamu menjawab sbuah pertanyaan ,,,,dan belajarlah bersama.

Seorang muslim adalah saudara muslim yang lainnya. Jangan mendhaliminya dan jangan memasrahkannya. Barangsiapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan membantunya. Dan barangsiapa yang memberikan jalan keluar dari kesulitan saudaranya, maka Allah akan memberikan jalan keluar bagi kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi aib saudaranya, maka Allah akan tutupi aibnya pada hari kiamat. (HR. Bukhari Muslim)

Janganlah merasa diri lebih baik di bandingkan orang lain,,,mungkin saja orang yang kau lihat buruk, saat hidayah ALLOH telah menyentuhnya dia akan jauh lebih baik darimu,,,
Perlakukanlah orang-orang awam dan jahil dengan sabar serta ajarilah mereka dengan lemah lembut.

Adapun orang-orang bodoh yang tidak mau mengerti perkataan orang, tinggalkanlah dan hindarilah dia dengan baik dan ucapkanlah ucapan yang baik. Allah berfirman dalam mengungkapkan sifat hamba-hamba-Nya :

“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, maka mngucapkan kata-kata yang baik.” (Al-Furqan: 63)

Berdakwahlah dengan hati dengan sikap yang lemah lembut dalam naungan cinta karena ALLOH,,
ini hanya sedikit cerita dan bahan renungan untuk kita semua,,,
Afwan jika banyak kesalahan atas apa yang saya ungkapkan, setiap kesalahan itu murni dari kebodohan saya, dan semoga kita akan terus mau untuk memperbaiki diri,  semoga aka nada yang sudi memperbaiki dan menyampaikannya pada saya atas kesalahan yang saya lakukan,,
Makasih udah mau membaca goretan ini, semoga bermanfaat
Jazzakumullah khoiron katsiron…